Cosplay tentunya sudah tidak asing lagi sering terdengar diadakan di berbagai tempat. Semakin berkembangnya ditambah dengan faktor tren ‘ikut-ikutan’ membuat aktivitas ini mengalami peningkatan yang cukup drastis. Banyak faktor pendukung lain yang juga turut serta menyuburkan industri hobi sebagian orang ini, seperti begitu mudahnya didapatkan aneka perlengkapan yang berkualitas baik dari beberapa negara seperti China, Singapore, Jepang, Amerika dan sebagainya. Tidak hanya bergantung dari luar negeri saja, banyak produk buatan lokal pun turut serta unggul dan memiliki kualitas yang baik dalam mendukung keperluan dalam bercosplay. Meskipun diakui oleh banyak pihak bahwa hobi yang satu ini memakan biaya yang cukup besar. Namun apakah kegiatan cosplay hanya berakhir sebagai aktivitas yang menghambur-hamburkan uang saja tanpa memiliki unsur positif di dalamnya? Artikel di bawah akan membahas secara tuntas akan hal ini. Selamat membaca!

 

Cosplay, Costume Player

Merupakan singkatan dari dua kalimat dalam bahasa inggris, yaitu costume dan player yang berarti sosok atau peran dalam pertunjukkan dengan menggunakan kostum yang spesifik. Tren ini awalnya berasal dari Jepang, dibawakan untuk merepresentasikan akan karakter anime (kartun jepang) atau karakter game. Aktivitas ini sering diadakan berkaitan dengan acara kebudayaan Jepang. Di Indonesia maupun di seluruh dunia, kegiatan ini memiliki banyak peminatnya. Baik itu yang terlibat secara langsung, sebagai pendukung di belakang layar, hingga sebagai penggemar atau pendukung saja. Kegiatan cosplay juga sering digunakan untuk mengacu ke karakter-karakter lain dari wilayah di luar Jepang. Seperti dari film Barat, China, hingga aneka macam karakter fiksi atau nyata yang populer lainya. 

Punipun dan Matcha Mei

Costume Player

Pihak satu ini merupakan inti dari pementasan cosplay. Menjadi sosok utama yang berperan penting dalam suatu pertunjukkan cosplay. Mayoritas cosplayer (pihak yang melakukan cosplay) membawa karakter dari anime jepang atau karakter game. Namun banyak juga yang sering tampil sebagai karakter populer dari film Barat maupun tokoh-tokoh terkenal diluar Jepang. Sebagian besar dari mereka berprofesi hanya sebagai ‘artis’ yang membawakan cosplay saja. Namun beberapa diantaranya juga berprofesi sebagai costume maker, cosplay make-up artist, atau beralih dari cosplayer menjadi costume maker (sudah tidak lagi aktif bercosplay). Pihak ini dapat memperoleh penghasilan saat memenangkan suatu perlombaan cosplay. Bahkan dalam skala yang lebih besar, mereka bisa menerima hadiah yang lebih besar lagi jika memenangkan turnamen internasional yang bertanding dengan aneka kontestan dari banyak perwakilan dunia.

Beberapa contohnya yang sudah terkenal baik itu dari luar negeri maupun Indonesia yaitu Yukitora Keiji, Frea Mai, Richfield Edbert, Lola Zieta, Clarissa Punipun, dan Matcha Mei.

 

Costume Designer / Maker

Pihak ini merupakan sosok di belakang layar yang sangat berperan penting dalam mencukupi kebutuhan utama cosplay. Dapat memiliki satu keahlian utama yaitu hanya menangani kostum berbahan tekstil saja, atau bisa juga hingga ke bagian armor yang lebih keras. Seorang costume maker yang berpengalaman akan banyak mengenai berbagai macam karakter anime maupun dari game. Sehingga memiliki keterampilan yang lebih besar dalam menciptakan aneka macam kostum dengan berbagai detail dan kerumitan. Contoh aksesoris ringan seperti hiasan kepala, tangan, ban pinggang pun sering dikerjakan. Hanya tidak semua costume maker pakaian juga selalu menerima pembuatan sepatu. Umumnya profesi ini akan menerima bayaran dalam membuat costume pesanan yang diminta atau sudah dibuat berdasarkan faktor permintaan yang tinggi.

Koleksi Angel Rose Design

Beberapa contoh perancang busana yang sudah cukup terkenal dalam bidang cosplay ini seperti perancang perorangan Angel Rose Design yang dikerjakan oleh Maria Angelica Sheryne, Rian Heyley William, kelompok perancang busana Bedaclo Custom, maupun toko distributor seperti Gonzo, MyHobbyTown, dan sebagainya. 

 

Armor & Property Maker

Mirip dengan costume designer / maker, profesi ini juga berperan sebagai pihak penyedia kebutuhan dasar dalam bercosplay. Namun mereka mengerjakan bagian yang lebih spesifik berjenis pakaian keras / armor dan sering juga menerima pembuatan properti seperti pedang, perisai, topeng / helm, serta sepatu. Berbagai bahan yang umumnya sering digunakan seperti busa ati, kayu, resin, latex, hingga kulit. Banyak dari profesi ini yang memiliki ruang kerjanya sendiri untuk membuat aneka perlengkapan bercosplay. Sama seperti costume maker, mereka akan menerima bayaran dalam proses pembuatan armor dan properti, yang nominalnya beragam tergantung dari tingkat kerumitan.

Richfield Edbert

Beberapa perancang armor atau baju keras seperti karakter robot ini sekaligus membuat properti dan perlengkapan dalam cosplay. Beberapa contohnya yang terkenal di Indonesia seperti Cyd Cosplay (Rian Cahyadi), Echow Eko serta Richfield Edbert.

 

Kameko / Cosplay Photographer

Sosok ini juga merupakan pihak di belakang layar yang berfokus ke bagian liputan dan dokumentasi. Beberapa diantara mereka bekerja sendiri, dan sebagian lainnya bekerja dalam sebuah kelompok. Umumnya pihak ini akan selalu siap sedia membawa kameranya saat datang ke event budaya Jepang. Untuk keperluan dokumentasi outdoor atau di studio, seorang kameko juga mengurus segala keperluan yang dibutuhkan untuk foto atau merekam, seperti teknik dan alat bantu pencahayaan, kamera serta lensa yang dipakai, hingga membantu mencari studio maupun alternatif lokasinya. Untuk kasus kameko yang telah terkenal dapat mematok bayaran dalam mengambil foto. Dalam kasus tertentu proses pembayaran bisa dalam bentuk yang bermacam-macam. Jenis photographer ini namanya akan melambung sesuai banyaknya proyek foto dan riwayat cosplayer terkenal yang telah difoto.

 

Cosplay Make-up Artist & Hair Styling

Untuk jenis ini banyak dari cosplayer yang menggunakan make-up sendiri saat tampil. Sebagian besar cosplayer akan berusaha mempelajari lebih lanjut mengenai teknik merias wajah dalam bercosplay. Namun beberapa diantaranya yang kurang menguasai atau tertarik akan make-up sering meminta bantuan rekannya dalam merias tampilan wajah karakter. Tidak banyak sosok yang terkenal karena hanya berfokus menangani styling gaya rambut atau wig yang dikenakan. Banyak karakter juga tidak terlalu menggunakan bentuk khusus pada model rambutnya, melainkan hanya menggunakan wig standar. Banyak pihak ini yang menerima bayaran atas jasa make up yang dikerjakan atau wujud terima kasih dalam bentuk lainnya seperti di bayarin makan hingga ditanggung ongkosnya jika meminta bantuan teman dalam hal ini.

 

Cosplay Judges

Pihak ini merupakan sosok senior yang telah lama bercosplay sehingga menguasai banyak hal, atau bisa juga dipilih dari profesional tertentu seperti dosen, divisi perlengkapan kru televisi, hingga aktor film dan beberapa profesi terkait lainnya.

Beberapa contohnya pihak yang pernah menjadi juri untuk menilai perlombaan cosplay seperti Richfield Edbert, Lola Zieta, Mia Hyoosuke dan beberapa orang lainnya. Banyak dari antara juri cosplay yang juga merupakan idola karena sudah lama terjun bercosplay. Di masa kini sudah banyak cosplayer yang sempat menjadi juri dalam menilai pertunjukkan cosplay baik itu yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri. Umumnya mereka akan menerima bayaran saat diundang sebagai juri dalam suatu perlombaan.

Kaname dan Reika

Cosplay Idol

Mirip seperti juri dalam cosplay, sosok ini umumnya sudah lama bercosplay hingga terkenal. Faktor penting yang membuat sosok-sosok ini berhasil menjadi idola seperti memilikil penampilan yang menarik atau dapat menampilkan pertunjukkan cosplay yang begitu baik hingga menjuarai aneka perlombaan.

Beberapa contohnya dari Indonesia seperti Clarissa Punipun, Matcha Mei, Yukitora Keiji, dan Frea Mai. Juga terdapat pasangan Orochi X dan Pinky Lu Xun yang merupakan orang Indonesia yang kini telah menetap dan berpindah kewarganegaraan menjadi penduduk Australia. Maupun beberapa idola cosplay terkenal yang berasal dari luar negeri seperti Ying Tze, Kaname, Reika, Hana dan Baozi, Aza Miyuko, serta Alodia Gosiengfiao. Para idola dari luar negeri ini sering beberapa kali diundang sebagai juri atau bintang tamu dari acara pertunjukkan cosplay di Indonesia. Sama seperti juri cosplay, pihak-pihak ini juga akan menerima bayaran saat diundang untuk datang ke suatu acara lomba cosplay sebagai bintang tamu. Apakah salah satu dari profesi ini ada yang menarik minatmu?