Bisnis Seni Dan Hiburan

Tag: Hobi dan Bisnis (page 1 of 1)

Anak Muda Asia Sukses di Bidang Seni 

Sukses di usia muda bukan menjadi sebuah hal yang tabu. Kesuksesan bukan hanya dikaitkan dengan soal kemapanan usia atau juga tentang modal yang besar saja, tetapi juga tentang tekad, kreativitas, kerja keras, dan juga sebuah kesabaran. Masa muda tak hanya harus diisi dengan hura-hura saja, tetapi juga bisa memabangun sebuah karis dan juga usaha untuk dapat meraih sebuah kesuksesan. Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi menjadi pemicu yang bermunculan tentang enterpreneur muda yang juga tak bisa dipandang dengan cara “sebelah mata”, khususnya juga yang ada di kawasan Asia. Forbes pun sempat merilis 300 anak muda yang bermain di joker123 berusia dibawah 30 tahun yang sudah berhasil dan  sukses memiliki sebuah pengaruh yang ada  dalam berbagai bidang.

Anak Muda Asia Sukses di Bidang Seni 

Khususnya seni, seperti halnya wirausahawan, seniman, fotografer, dan juga desainer. Kita tentunya patut berbangga karena yang ada di antara generasi muda yang ada di Indonesia berhasil mendapatkan sebuah penghargaan tersebut. Seperti yang sudah dilansir dari Forbes.com yaitu beberapa anak muda yang ada di seluruh dunia yang sudah dapat berhasil membuktikan diri mereka dengan  berbagai macam prestasi, kreativitas, dan juga berbagai kerja keras mereka  yang ada dalam meraih sebuah sukses yang ada di bidang seni.

Kelvin Ho (22 tahun) dan Peter Mai (27)-Co

Kelvin Ho pemuda asal China dan juga Peter Mai dari Hong Kong yang berhasil mendirikan Black Bear Asia, perusahaan yang berbasis Business to Business (B2B) yang juga berhasil untuk dapat mendistribusikan wine yang ada dari Amerika Utara ke beberapa klien besar. Pendapatan perusahan tersebut tak bisa dianggap remeh, yaitu 2 juta Dolar AS atau yang setara dengan 26 miliar selama 10 bulan berjalan yang ada di tahun 2015. Mai sebagai seorang general manager yang tumbuh di wilayah Amerika Serikat. Sedangkan, Ho yang lahir di Shanghai dan kemudian dirinya pindah ke Hong Kong untuk menyelesaikan pendidikan.

Liliana Chan (Director, Dadi Creative Dining)

Liliana Chan adalah anak muda yang berasal dari Hong Kong. Setelah dirinya sudah menyelesaikan sebuah pendidikan teknik dan juga ekonominya  di Stanford University, Liliana kemudian bekerja sebagai seorang bankir di negara Hong Kong. Chan pada akhirnya memutuskan untuk mengikuti semua passionnya yang ada di bidang makanan. Ia pun yang pada akhirnya mendirikan Dadi Catering Ltd, sebuah Catering yang berfokus untuk dapat menjual hidangan sehat yang digunakan untuk generasi muda China.

Angel Chen  (Desainer dan pendiri Angel Chen)

Angel Chen yang merupakan  sebuah perempuan muda yang berasal dari China, dirinya mendedikasikan masa mudanya untuk dapat berkontribusi di dalam bidang industri fashion yang ada di dunia. Koleksi dari desainnya yang merupakan kombinasi yang ada antara ragam bahan kain yang berwarna tegas dan juga dengan desain yang unik. Salah satu dari contoh karya Chen yaitu pada koleksi S/S di tahun 2016 yang dimana dirinya berhasil mengkombinasikan warna pink metalik, kuning mustard yang terang, dan juga biru kobalt.

Ronson Culibrina Seniman

Ronson yang merupakan pria yang berasal dari negara Filipina yang juga berhasil melukis dan mewarnai figur dekonstruktif, simbol, dan juga beberapa elemen lainnya yang digunakan untuk mengubah stereotip masyarakat luas. Ronson menimba ilmu seni rupa di Technological University the Philippines pada 2011. Dirinya adalah menjadi orang yang berhasil untuk dapat melakukan sebuah pameran tunggal di sebuah The Michael Janssen Gallery, Berlin, yang ada di Jerman.

Pooja Dhingra  Pemilik Chef Le15 Patisserie

Pooja Dhingra adalah seorang merupakan sebuah perempuan India yang memang dijuluki “Macaron Queen” dan dirinya lulusan dari Le Cordon Blue. Dhingra yang merupakan orang yang membangun restoran Le15 Patisserie yang ada di Mumbai. Selain itu, dirinya juga mengisi sebuah acara memasak di BBC Good Food yang berlokasi di India. Di sela kesibukannya tersebut, Dhingra yang menulis buku pertamanya yang berjudul The Big Book of Treats.

Dinh Nhat Nam Pendiri Urban Station

Dinh Nhat Nam adalah seorang pria yang berasal dari Vietnam dan berhasil mendistribusikan kopi yang berasal dari negaranya ke beberapa toko yang ada di dunia. Pengalaman Dinh yang ada di bidang makanan dan juga  dan minuman  yang kemudian telah membawanya pada sebuah kesuksesan sebagai seorang wirausahawan. Rencana Dinh pun akan membuka jalur distribusi yang terbarunya yaitu ke  negara China.

Yasuhiro Fujio Chef, La Cime

Sebagai orang kedua yang berkuasa atas sebuah dapur dari restoran terkenal La Cime, Yasuhiro, yang merupakan pemuda asal Jepang. Dirinya menjadi orang yang berhasil meraih bintang Michelin keduanya yaitu pada Oktober 2015. Fujio yang memulai karirnya bergelut di dapur setelah ia menimba ilmu jurusan akuntansi di Inggris dan juga Perancis. Dirinya juga yang berhasil menjadi seorang finalis yang ada dari sebuah penghargaan chef RED U35 yang kemudian merupakan sebuah kompetisi memasak terbesar yang ada di Jepang.

Peggy Hartanto Desainer

Kita juga patut untuk berbangga karena dirinya merupakan sebuah putri bangsa dari Indonesia, Peggy Hartanto yang merupakan berhasil masuk ke dalam list pengusaha muda yang sukses yang ada bidang seni asal Asia versi Forbes. Peggy Hartanto yang mengharumkan sebuah nama Indonesia yang ada di dalam bidang fashion dengan menjadi seorang desainer yang dapat merancang busana minimalis. Rancangannya tersebut  yang telah digunakan oleh para selebriti internasional, yaitu seperti Gigi Hadid, Michelle Williams, dan juga Lindsay Lohan. Setelah lulus dari Universitas Raffles College of Design and Commerce di Australia yaitu pada tahun 2009, yang dapat membangun brandnya bernama. 

Tada Hongsakul Fotografer

Tada Hongsakul yang merupakan sebuah pria yang berasal dari Bangkok, Thailand yang memang menggeluti sebuah bidang fotografi. Karya fotonya yang dimana juga merupakan provokatif mengambil beberapa tema tentang nudity, skenario absurd, dan juga isu tentang sosial dengan sebuah sentuhan humor. Pameran tunggalnya yang kemudian berhasil menjadi pusat perhatian dari banyaknya media yang memang mengantarkannya untuk dapat keliling dunia. Seperti halnya ke New York di Amerika Serikat, Australia, China, dan juga kawasan Asia Tenggara.

Nipun Dharmadhikari, pendiri Natak.Co

Nipun Dharmadhikari yang merupakan sebuah pemuda tentang asal india yang bisa mendapatkan penghargaan tentang pertamanya di dalam bidang film, khususnya yang sudah di sutradara yaitu pada 2009. Dimana pada akhirnya mendirikan Natak Company yang merupakan sebuah grup teater tentang anak muda. Natak Company yang dikenal sebagai sebuah perusahaan seni dan akting yang dapat memproduksi opera musik klasik Mharati.

Itulah beberapa deretan anak muda yang ada di dunia yang sudah berhasil sukses dengan berbagai karya yang diciptakan. Beberapa anak muda diatas memilih untuk berkarya sesuai dengan fashion yang mereka sukai, dan hal tersebut dapat mengantarkan mereka ke pintu gerbang kesuksesan. 

Cosplay, Hobi Mahal yang Menghasilkan Keuntungan

Cosplay tentunya sudah tidak asing lagi sering terdengar diadakan di berbagai tempat. Semakin berkembangnya ditambah dengan faktor tren ‘ikut-ikutan’ membuat aktivitas ini mengalami peningkatan yang cukup drastis. Banyak faktor pendukung lain yang juga turut serta menyuburkan industri hobi sebagian orang ini, seperti begitu mudahnya didapatkan aneka perlengkapan yang berkualitas baik dari beberapa negara seperti China, Singapore, Jepang, Amerika dan sebagainya. Tidak hanya bergantung dari luar negeri saja, banyak produk buatan lokal pun turut serta unggul dan memiliki kualitas yang baik dalam mendukung keperluan dalam bercosplay. Meskipun diakui oleh banyak pihak bahwa hobi yang satu ini memakan biaya yang cukup besar. Namun apakah kegiatan cosplay hanya berakhir sebagai aktivitas yang menghambur-hamburkan uang saja tanpa memiliki unsur positif di dalamnya? Artikel di bawah akan membahas secara tuntas akan hal ini. Selamat membaca!

 

Cosplay, Costume Player

Merupakan singkatan dari dua kalimat dalam bahasa inggris, yaitu costume dan player yang berarti sosok atau peran dalam pertunjukkan dengan menggunakan kostum yang spesifik. Tren ini awalnya berasal dari Jepang, dibawakan untuk merepresentasikan akan karakter anime (kartun jepang) atau karakter game. Aktivitas ini sering diadakan berkaitan dengan acara kebudayaan Jepang. Di Indonesia maupun di seluruh dunia, kegiatan ini memiliki banyak peminatnya. Baik itu yang terlibat secara langsung, sebagai pendukung di belakang layar, hingga sebagai penggemar atau pendukung saja. Kegiatan cosplay juga sering digunakan untuk mengacu ke karakter-karakter lain dari wilayah di luar Jepang. Seperti dari film Barat, China, hingga aneka macam karakter fiksi atau nyata yang populer lainya. 

Punipun dan Matcha Mei

Costume Player

Pihak satu ini merupakan inti dari pementasan cosplay. Menjadi sosok utama yang berperan penting dalam suatu pertunjukkan cosplay. Mayoritas cosplayer (pihak yang melakukan cosplay) membawa karakter dari anime jepang atau karakter game. Namun banyak juga yang sering tampil sebagai karakter populer dari film Barat maupun tokoh-tokoh terkenal diluar Jepang. Sebagian besar dari mereka berprofesi hanya sebagai ‘artis’ yang membawakan cosplay saja. Namun beberapa diantaranya juga berprofesi sebagai costume maker, cosplay make-up artist, atau beralih dari cosplayer menjadi costume maker (sudah tidak lagi aktif bercosplay). Pihak ini dapat memperoleh penghasilan saat memenangkan suatu perlombaan cosplay. Bahkan dalam skala yang lebih besar, mereka bisa menerima hadiah yang lebih besar lagi jika memenangkan turnamen internasional yang bertanding dengan aneka kontestan dari banyak perwakilan dunia.

Beberapa contohnya yang sudah terkenal baik itu dari luar negeri maupun Indonesia yaitu Yukitora Keiji, Frea Mai, Richfield Edbert, Lola Zieta, Clarissa Punipun, dan Matcha Mei.

 

Costume Designer / Maker

Pihak ini merupakan sosok di belakang layar yang sangat berperan penting dalam mencukupi kebutuhan utama cosplay. Dapat memiliki satu keahlian utama yaitu hanya menangani kostum berbahan tekstil saja, atau bisa juga hingga ke bagian armor yang lebih keras. Seorang costume maker yang berpengalaman akan banyak mengenai berbagai macam karakter anime maupun dari game. Sehingga memiliki keterampilan yang lebih besar dalam menciptakan aneka macam kostum dengan berbagai detail dan kerumitan. Contoh aksesoris ringan seperti hiasan kepala, tangan, ban pinggang pun sering dikerjakan. Hanya tidak semua costume maker pakaian juga selalu menerima pembuatan sepatu. Umumnya profesi ini akan menerima bayaran dalam membuat costume pesanan yang diminta atau sudah dibuat berdasarkan faktor permintaan yang tinggi.

Koleksi Angel Rose Design

Beberapa contoh perancang busana yang sudah cukup terkenal dalam bidang cosplay ini seperti perancang perorangan Angel Rose Design yang dikerjakan oleh Maria Angelica Sheryne, Rian Heyley William, kelompok perancang busana Bedaclo Custom, maupun toko distributor seperti Gonzo, MyHobbyTown, dan sebagainya. 

 

Armor & Property Maker

Mirip dengan costume designer / maker, profesi ini juga berperan sebagai pihak penyedia kebutuhan dasar dalam bercosplay. Namun mereka mengerjakan bagian yang lebih spesifik berjenis pakaian keras / armor dan sering juga menerima pembuatan properti seperti pedang, perisai, topeng / helm, serta sepatu. Berbagai bahan yang umumnya sering digunakan seperti busa ati, kayu, resin, latex, hingga kulit. Banyak dari profesi ini yang memiliki ruang kerjanya sendiri untuk membuat aneka perlengkapan bercosplay. Sama seperti costume maker, mereka akan menerima bayaran dalam proses pembuatan armor dan properti, yang nominalnya beragam tergantung dari tingkat kerumitan.

Richfield Edbert

Beberapa perancang armor atau baju keras seperti karakter robot ini sekaligus membuat properti dan perlengkapan dalam cosplay. Beberapa contohnya yang terkenal di Indonesia seperti Cyd Cosplay (Rian Cahyadi), Echow Eko serta Richfield Edbert.

 

Kameko / Cosplay Photographer

Sosok ini juga merupakan pihak di belakang layar yang berfokus ke bagian liputan dan dokumentasi. Beberapa diantara mereka bekerja sendiri, dan sebagian lainnya bekerja dalam sebuah kelompok. Umumnya pihak ini akan selalu siap sedia membawa kameranya saat datang ke event budaya Jepang. Untuk keperluan dokumentasi outdoor atau di studio, seorang kameko juga mengurus segala keperluan yang dibutuhkan untuk foto atau merekam, seperti teknik dan alat bantu pencahayaan, kamera serta lensa yang dipakai, hingga membantu mencari studio maupun alternatif lokasinya. Untuk kasus kameko yang telah terkenal dapat mematok bayaran dalam mengambil foto. Dalam kasus tertentu proses pembayaran bisa dalam bentuk yang bermacam-macam. Jenis photographer ini namanya akan melambung sesuai banyaknya proyek foto dan riwayat cosplayer terkenal yang telah difoto.

 

Cosplay Make-up Artist & Hair Styling

Untuk jenis ini banyak dari cosplayer yang menggunakan make-up sendiri saat tampil. Sebagian besar cosplayer akan berusaha mempelajari lebih lanjut mengenai teknik merias wajah dalam bercosplay. Namun beberapa diantaranya yang kurang menguasai atau tertarik akan make-up sering meminta bantuan rekannya dalam merias tampilan wajah karakter. Tidak banyak sosok yang terkenal karena hanya berfokus menangani styling gaya rambut atau wig yang dikenakan. Banyak karakter juga tidak terlalu menggunakan bentuk khusus pada model rambutnya, melainkan hanya menggunakan wig standar. Banyak pihak ini yang menerima bayaran atas jasa make up yang dikerjakan atau wujud terima kasih dalam bentuk lainnya seperti di bayarin makan hingga ditanggung ongkosnya jika meminta bantuan teman dalam hal ini.

 

Cosplay Judges

Pihak ini merupakan sosok senior yang telah lama bercosplay sehingga menguasai banyak hal, atau bisa juga dipilih dari profesional tertentu seperti dosen, divisi perlengkapan kru televisi, hingga aktor film dan beberapa profesi terkait lainnya.

Beberapa contohnya pihak yang pernah menjadi juri untuk menilai perlombaan cosplay seperti Richfield Edbert, Lola Zieta, Mia Hyoosuke dan beberapa orang lainnya. Banyak dari antara juri cosplay yang juga merupakan idola karena sudah lama terjun bercosplay. Di masa kini sudah banyak cosplayer yang sempat menjadi juri dalam menilai pertunjukkan cosplay baik itu yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri. Umumnya mereka akan menerima bayaran saat diundang sebagai juri dalam suatu perlombaan.

Kaname dan Reika

Cosplay Idol

Mirip seperti juri dalam cosplay, sosok ini umumnya sudah lama bercosplay hingga terkenal. Faktor penting yang membuat sosok-sosok ini berhasil menjadi idola seperti memilikil penampilan yang menarik atau dapat menampilkan pertunjukkan cosplay yang begitu baik hingga menjuarai aneka perlombaan.

Beberapa contohnya dari Indonesia seperti Clarissa Punipun, Matcha Mei, Yukitora Keiji, dan Frea Mai. Juga terdapat pasangan Orochi X dan Pinky Lu Xun yang merupakan orang Indonesia yang kini telah menetap dan berpindah kewarganegaraan menjadi penduduk Australia. Maupun beberapa idola cosplay terkenal yang berasal dari luar negeri seperti Ying Tze, Kaname, Reika, Hana dan Baozi, Aza Miyuko, serta Alodia Gosiengfiao. Para idola dari luar negeri ini sering beberapa kali diundang sebagai juri atau bintang tamu dari acara pertunjukkan cosplay di Indonesia. Sama seperti juri cosplay, pihak-pihak ini juga akan menerima bayaran saat diundang untuk datang ke suatu acara lomba cosplay sebagai bintang tamu. Apakah salah satu dari profesi ini ada yang menarik minatmu?