Industri Kreatif pada kelompok seni pertunjukan meliputi kegiatan yang sangat kreatif yang berkaitan dengan usaha dan juga yang berkaitan dengan pengembangan konten yang akan di produksi, produksi pada pertunjukan, pertunjukan tari balet, tarian tradisional yang akan dipertunjukan, tarian kontemporer, drama, musik-tradisional, musik-teater, opera, termasuk juga pada tur musik etnik, desain dan pembuatan busana yang akan digunakan untuk pertunjukan, tata pada panggung, dan tata pencahayaan yang ada untuk panggung. Usulan definisi yang ada dalam konteks pengkategorian baku pada ilmu seni, seni pada pertunjukan memasukkan sebuah seni musik, ada juga pada seni drama dan teater serta ada juga dari seni tari dan masih ada banyak lagi sebuah seni yang ada. Namun, pembahasan kali ini akan masuk ke pembahasan dalam industri kreatif untuk melepaskan seni musik menjadi sebuah kelompok subsektor tersendiri. Sehingga, pada kelompok industri kreatif subsektor seni pada pertunjukan hanya akan melingkupi sebuah kegiatan yang masih berhubungan dengan seni drama, teater dan karawitan serta tari baik itu tanpa membedakan antara klasik, pada tradisi, pada modern, yang populer maupun yang kontemporer. Termasuk di dalamnya ada industri pendukung yang saling berkaitan seperti tata panggung yang ada, serta adanya sebuah pencahayaan, busana yang akan dikenakan dan tata suara yang dimiliki. Seni pertunjukan adalah sebuah karya yang akan melibatkan aksi individu maupun sebuah aksi kelompok yang menyajikan sebuah tontonan yang sangat bernilai seni tanpa adanya keterbatasan oleh media tertentu walaupun itu dalam beberapa kasusĀ  seperti pada penggunaan media perantara yang digunakan seperti media elektronik dan media internet yang dapat mengurangi nuansa dari karya seni yang ada tersebut.

Tentang Seni Pertunjukan

Produk industri dari seni pertunjukan yang bersifat intangible dan dapat dinikmati oleh para penonton dalam sebuah tontonan yang disajikan oleh orang lain. Produk seni ini tercipta melalui aktivitas proses kreasi yang akan dikemas oleh para produser atau para event organizer dan akan dilanjutkan dengan aktivitas yang komersialisasi oleh para pemilik acara baik itu atas dasar permintaan para konsumen akhir ataupun atas inisiatif nya sendiri. Seni pertunjukan ini dapat kalian tonton secara langsung seperti yang ada pada gedung pertunjukan, pada hotel, yang ada di restaurant, pada ruang publik ataupun melalui dari perantara media seperti pada televisi dan juga yang ada di internet.

Produk industri seni pertunjukan ini kadang juga tidak berdiri sendiri melainkan akan tergabung dalam sebuah paket acara yang akan di pertunjukan. Hal ini kalian akan temukan seperti pada paket nya pariwisata, ada juga paket dari pendukung sebuah acara atau eksebisi hingga pada sarana promosi yang ada di negara yang notabene nya adalah sebuah pemerintah sebagai promotor seni budaya yang ada pada bangsa juga berada sebagai pihak pembeli yang ingin melihatnya. Proses kreasi merupakan sebuah titik awal yang sangat penting dalam penciptaan produk seni pertunjukan yang akan di perlihatkan. Pihak yang akan terlibat dalam proses kreasi ini meliputi seorang seniman per individu, dan ada juga dari komunitas seni. Selain itu juga ada banyak yang ditemukan bahwa pada proses kreasi akan muncul dari lembaga pendidikan yang ada di negara tersebut. Dalam berkreasi, seniman tidak akan terlalu memikirkan terlalu dalam mengenai sebuah aspek komersial yang dapat diperoleh karena adanya sebuah seni tidak semata mata untuk ditujukan untuk mencari keuntungan yang besar. Hal ini perlu dijaga karena mengingat akan ada beberapa jenis pertunjukan yang terutama yang berkaitan langsung dengan kegiatan keagamaan hal ini tidak akan diperkenankan untuk dilakukan modifikasi dengan memiliki tujuan permintaan para konsumen. Diharapkan untuk tidak terjadi pendangkalan seni dan juga pada kooptasi serta hegemoni pemilik sebuah modal pada karya seni pertunjukan yang ada.

Proses produksi sebuah Seni pertunjukan akan dikemas menjadi sebuah pagelaran yang sangat menarik yang berkonteks komersial ( hal ini dilakukan untuk mencari keuntungan) oleh produser atau para event organizer. Pihak inilah yang akan berposisi sebagai pengemas semuanya dan akan mengorganisasi sebuah karya seni yang akan menjadi pertunjukan untuk menjadi produk tontonan para masyarakat sekitar. Proses komersialisasi ini akan di Komersialisasi seni pertunjukan terletak kepada industri yang terkait seperti pada pariwisata, pada media promosi dan pada pemerintah yang memiliki berkepentingan untuk mempromosikan sebuah budaya ataupun menggunakan budaya tersebut sebagai salah satu bagian dari kegiatan atau acara yang akan dikerjakan. Misalnya itu pada seni pertunjukan yang dipakai dalam acara sebuah promosi dari produk wisata. Proses nya akan distribusi, Distribusi produk seni yang akan melakukan pertunjukan akan ditujukan kepada proses yang mengajarkan seni kepada konsumen yang ada baik itu untuk dinikmati secara langsung maupun melalui media perantara yang digunakan pada acara tersebut. Walaupun pada produk yang tertentu saja, ada kalanya para penggunaan media perantara ini seperti elektronik dan juga pada internet akan mengurangi kenikmatan pemirsa untuk melihatnya secara virtual. Seni pertunjukan yang didistribusikan kepada konsumen yang melalui gedung pertunjukan yang ada. Mengingat minimnya sebuah sarana gedung pertunjukan telah adanya mencuatkan sebuah isu untuk menampilkan sebuah seni di ruang ruang publik atau bisa juga non ruang seni pertunjukan.

Ekonomi Kreatif pada Bidang Seni dan Budaya

Industri Kreatif pada kelompok Seni dan juga Budaya (Pada pertunjukan) meliputi sebuah kegiatan yang kreatif yang juga berkaitan dengan usaha yang akan berkaitan dengan pengembangan sebuah konten, adanya produksi pada pertunjukan, pertunjukan tari balet, tarian tradisional yang ada pada pulau, tarian yang kontemporer, adanya sebuah drama, musik tradisional, musik yang ada pada teater, dan opera, termasuk akan ada sebuah tur musik etnik, desain dan ada pembuatan busana untuk melakukan sebuah pertunjukan, tata yang ada di panggung, dan tata pada pencahayaan.

Dalam sebuah konteks adanya pengkategorian baku ilmu seni, Seni dan juga pada Budaya (Pada pertunjukan) memasukkan pada seni musik, adanya seni drama dan juga teater serta akan ada seni tari. Namun, pada pembahasan dalam industri kreatif akan melepaskan seni musik ini menjadi sebuah kelompok sub sektor tersendiri yang sudah terpisah. Sehingga, pada kelompok industri kreatif sub sektor Seni dan juga Budaya (Pada pertunjukan) hanya akan melingkupi sebuah kegiatan yang berhubungan dengan seni drama, adanya pada teater dan karawitan serta tari yang baik tanpa membedakan antara tarian klasik, tarian tradisi, tari modern, bahkan pada tari populer maupun tari kontemporer. Termasuk di dalamnya akan ada industri yang menjadi pendukung yang berkaitan seperti yang ada pada tata panggung, pada pencahayaan, pada busana dan tata suara yang ada.

Menumbuhkan ekonomi yang kreatif ini tidak akan bisa lepas dari budaya yang ada pada setempat, budaya ini juga harus menjadi basis pada pengembangannya. Dalam konteks yang ada kebudayaan lokal akan ada yang disebut dengan kearifan lokal yang menjadi nilai yang sangatĀ  bermakna, antara lain itu akan diterjemahkan ke dalam bentuk fisik berupa pada produk kreatif yang dimiliki daerah setempat.

Ekonomi kreatif tidak akan bisa dilihat dalam konteks ekonomi saja, akan tetapi juga pada dimensi budaya. Ide-ide yang sangat kreatif yang muncul adalah produk pada budaya, karena pada strategi kebudayaan akan sangat menentukan untuk arah perkembangan ekonomi kreatif.