Bisnis Seni Dan Hiburan

Category: General (page 1 of 1)

Berawal Dari Hobi, Usaha Darwis Triadi Berhasil Menjadi Besar

Hobi yang berkembang hingga menjadi wujud keberhasilan. Mungkin hal ini yang menjadi impian dari banyak orang. Meskipun dalam kondisi nyatanya sebagian besar dari mereka justru tidak berhasil meraih impiannya dengan standar keberhasilan seperti yang diharapkan. Dalam pembahasan di artikel ini akan berfokus pada sosok Darwis Triadi yang dikenal atas hasil pencapaiannya dalam bidang fotografi. Pria berdarah Jawa ini juga dikenal akan prinsip idealisnya dalam mengambil hasil jepretan kamera hingga menjadi suatu karya yang mencapai standar baik hingga bahkan sering disebut karya unggulan.

 

Sejarah Sang Maestro Lensa

Pria ini terkenal sebagai sosok berdarah Jawa yang mulai menggeluti fotografi sejak cukup lama, yaitu tahun 1979. Di masa itu tentu saja kehidupan masyarakat setempat belum secanggih kondisi seperti di masa kini. Hal ini menimbulkan Darwis Triadi pasti banyak menemukan aneka hambatan dan masa-masa berat dalam menjalani hidupnya, terutama sebagai seorang fotografer. Setelah melalui masa yang cukup panjang dan terus berjuang, Darwis Triadi berhasil memetik hasil keberhasilannya seperti yang dapat dilihat kini. Segala kesuksesan dan penghargaan yang berhasil diraihnya juga tak membuat pria yang sudah menggeluti bidang fotografi selama 40 tahun ini lupa diri atau bahkan angkuh. Ia tetap tekun mengerjakan profesinya dengan memegang teguh prinsip yang dipercayainya sejak awal mulai memotret. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah ini menganggap fotografi tidak semata hanya tentang cara membuat hasil foto tangkapan kamera yang baik saja. Tapi lebih dalam lagi, fotografi merupakan hasil tangkapan lensa yang memberi kesan lebih mendalam kepada banyak orang yang melihatnya, atau terlibat secara langsung di dalam foto tersebut. Fotografi sudah dianggap sebagai denyut nadinya, yang perlu terus dijalani untuk bertahan hidup dan dengan penuh tanggung jawab.

Bakat dan minat akan fotografi tidak datang begitu saja dalam hidupnya. Tetapi melewati suatu bentuk pergumulan dan keputusan besar yang perlu ditetapkan dalam memutar langkah berpaling dari kehidupan yang telah dipilih sebelumnya. Dengan mengawali studinya dalam bidang penerbangan yang dijalani Darwis Triadi di Curug, bahkan hingga ijin praktek mengendarai pesawat telah berhasil didapatkannya, muncul kebimbangan dalam diri seorang Darwis Triadi. Hingga akhirnya pria ini mengambil keputusan untuk berpaling dari bidang penerbangan ke bidang fotografi, tanpa memiliki pengalaman apapun.

Untuk mengejar ketinggalan dari titik nol, Darwis Triadi harus berjuang keras dalam memulai bidang fotografi ini. Berbagai ilmu dipelajarinya dari buku sambil melakukan praktek langsung untuk mengasah kemampuannya. Pada tahun 1983 pun Darwis Triadi memutuskan untuk mengambil pelajaran yang lebih mendalam seputar fotografi di Jerman dan Swiss, sebagai pertimbangan bahwa dua negara itu dapat memberi ilmu terbaik dalam teknik dan penguasaan penggunaan aneka perlengkapan memotret.

 

 

Langkah Karir Bekerja Di Belakang Layar

Tahun 1980 menjadi langkah awal Darwis Triadi memulai karirnya. Proyek pertama yang diterimanya adalah memotret bangunan hotel borobudur. Meskipun upah yang diperolehnya saat itu masihlah sangat kecil yaitu hanya sebesar Rp 50.000, namun hal itu tidak menyurutkan semangat bekerja Darwis Triadi. Ia terus mengusahakan hasil semaksimal mungkin dengan menggunakan fasilitas kamera dari tempat ia bekerja, akibat dari di saat itu dirinya belum memiliki kamera pribadi. Ketekunan Darwis Triadi terlihat dari waktu yang tidak lama baginya untuk menyiapkan diri terjun menjadi seorang fotografer profesional. Hanya berkisar satu tahun dari mulainya Darwis Triadi praktek di dunia profesional ia mulai memamerkan hasil jepretannya di Erasmus Huis daerah pusat kebudayaan Belanda di Jakarta pada saat itu. Dengan hasil bidikan berupa model dan peragawati, banyak orang berhasil terpukau akan karya tersebut. Meskipun banyak juga yang menganggapnya tidak pantas untuk disebut sebagai seorang fotografer profesional karena hanya bisa menampilkan karya yang tidak seberapa indah.

 

Kilauan Prestasi Sosok Darwis Triadi

Seorang Darwis Triadi berhasil membuktikan kemampuan dan ketekunannya dalam bidang fotografi. Berbagai jabatan berhasil diraihnya, seperti pernah menjadi Ketua II JPS (Jakarta Photography of Indonesia), serta menjadi Ketua APPI (Association of Professional Photography of Indonesia) di tahun 1989. Lalu tak lupa turut berpartisipasi dalam suatu ajang internasional di tahun berikutnya, yang lebih spesifiknya di majalah Hasselblad dan Photo Kina International yang terbit secara tahunan di Jerman sambil ia terus belajar di kota tersebut.

Sepak terjangnya dalam bidang fotografi pun semakin terlihat saat ia terpilih dalam menangani foto untuk majalah Vogue di edisi Juni 1991 yang meliput secara spesial akan Indonesia. Lalu kemudian diikuti dengan foto eksklusif untuk keperluan Index Art Directory for World Photographs yang diadakan pada tahun 1990 – 1991. Secara lebih spesialnya, Darwis Triadi juga berhasil menampilkan karya di ajang Workshop for Commercial Photographs yang berlangsung di Stuttgart, Jerman di bulan juli tahun 1991. Kepercayaan khusus pun diberikan kepada Darwis Triadi dalam mengisi kalender Broncolor dari perusahaan Bron Electronic AG yang dilakukan di Swiss tahun 1997.

Buku Darwis Triadi

Istilah bagai kacang tidak melupakan kulitnya sangat cocok diterapkan bagi diri seorang Darwis Triadi. Tidak melupakan impian mulianya dalam mendirikan sekolah fotografi untuk membagikan ilmunya kepada orang-orang lain, sekolah Darwis Triadi School of Photography akhirnya berhasil didirikan di Jakarta, tepatnya di Jalan Pattimura no. 2. Sekolah tersebut berhasil berkembang dengan sangat pesat, jumlah besar dalam peminatnya menciptakan berbagai cabang baru dari sekolah ini hingga ke daerah Surabaya dan Bandung yang dimulai sejak tahun 2008 dan 2009. Wujud kerendah hatian seorang Darwis Triadi pun sangat terlihat dari upaya menyempatkan diri datang ke sekolah tersebut di akhir sesi belajar untuk menyapa dan membina secara langsung memberi masukan atas pertanyaan yang dimiliki para anak didiknya. Waktu yang tidak sebentar dalam proses Darwis Triadi menggeluti dunia fotografi membuatnya sangat kaya akan pengalaman dalam mengatasi aneka masalah yang sering ditemui fotografer pemula. Banyak poin penting ditekankan Darwis Triadi sebagai persyaratan dalam membuat hasil foto yang baik, seperti beberapa faktor yang dapat berpengaruh baik itu secara langsung maupun tidak langsung akan hasil foto. Para fotografer juga perlu memperhatikan interaksi yang terjadi di antara fotografer dengan objek di dalam foto tersebut dalam memberi rasa khusus sebagai keunikan dari sebuah gambar. Menjadi sangat penting juga bagi fotografer untuk mengutamakan faktor pencahayaan yang menjadi poin penting dalam foto. Teknik pencahayaan harus dikuasai oleh seorang fotografer agar dapat membuat foto yang sesuai standar, dikarenakan teknik ini dapat sangat menentukan kualitas baik atau buruknya suatu karya foto.

Tidak hanya mengajarkan penguasaan teknik dalam mengambil foto, Darwis Triadi School of Photography juga mengajarkan berbagai etika dalam menciptakan foto. Dimana sang fotografer perlu mengendalikan hati, pikiran dan terlebih lagi berpikir secara global dan lebih utuh agar tidak terpecah hingga cenderung menjadi rasis akan suatu hal. Berbagai penghargaan dan aneka karya telah berhasil dipamerkan Darwis Triadi dengan mengandalkan usaha yang gigih serta pantang menyerah. Banyak buku juga telah diterbitkan sebagai alat bantu bagi aneka orang untuk mempelajari esensi dari fotografi. Apakah anda juga tertarik untuk menekuni bidang serupa seperti Darwis Triadi? Teruslah belajar dan jangan berhenti di tengah jalan!

Cosplay, Hobi Mahal yang Menghasilkan Keuntungan

Cosplay tentunya sudah tidak asing lagi sering terdengar diadakan di berbagai tempat. Semakin berkembangnya ditambah dengan faktor tren ‘ikut-ikutan’ membuat aktivitas ini mengalami peningkatan yang cukup drastis. Banyak faktor pendukung lain yang juga turut serta menyuburkan industri hobi sebagian orang ini, seperti begitu mudahnya didapatkan aneka perlengkapan yang berkualitas baik dari beberapa negara seperti China, Singapore, Jepang, Amerika dan sebagainya. Tidak hanya bergantung dari luar negeri saja, banyak produk buatan lokal pun turut serta unggul dan memiliki kualitas yang baik dalam mendukung keperluan dalam bercosplay. Meskipun diakui oleh banyak pihak bahwa hobi yang satu ini memakan biaya yang cukup besar. Namun apakah kegiatan cosplay hanya berakhir sebagai aktivitas yang menghambur-hamburkan uang saja tanpa memiliki unsur positif di dalamnya? Artikel di bawah akan membahas secara tuntas akan hal ini. Selamat membaca!

 

Cosplay, Costume Player

Merupakan singkatan dari dua kalimat dalam bahasa inggris, yaitu costume dan player yang berarti sosok atau peran dalam pertunjukkan dengan menggunakan kostum yang spesifik. Tren ini awalnya berasal dari Jepang, dibawakan untuk merepresentasikan akan karakter anime (kartun jepang) atau karakter game. Aktivitas ini sering diadakan berkaitan dengan acara kebudayaan Jepang. Di Indonesia maupun di seluruh dunia, kegiatan ini memiliki banyak peminatnya. Baik itu yang terlibat secara langsung, sebagai pendukung di belakang layar, hingga sebagai penggemar atau pendukung saja. Kegiatan cosplay juga sering digunakan untuk mengacu ke karakter-karakter lain dari wilayah di luar Jepang. Seperti dari film Barat, China, hingga aneka macam karakter fiksi atau nyata yang populer lainya. 

Punipun dan Matcha Mei

Costume Player

Pihak satu ini merupakan inti dari pementasan cosplay. Menjadi sosok utama yang berperan penting dalam suatu pertunjukkan cosplay. Mayoritas cosplayer (pihak yang melakukan cosplay) membawa karakter dari anime jepang atau karakter game. Namun banyak juga yang sering tampil sebagai karakter populer dari film Barat maupun tokoh-tokoh terkenal diluar Jepang. Sebagian besar dari mereka berprofesi hanya sebagai ‘artis’ yang membawakan cosplay saja. Namun beberapa diantaranya juga berprofesi sebagai costume maker, cosplay make-up artist, atau beralih dari cosplayer menjadi costume maker (sudah tidak lagi aktif bercosplay). Pihak ini dapat memperoleh penghasilan saat memenangkan suatu perlombaan cosplay. Bahkan dalam skala yang lebih besar, mereka bisa menerima hadiah yang lebih besar lagi jika memenangkan turnamen internasional yang bertanding dengan aneka kontestan dari banyak perwakilan dunia.

Beberapa contohnya yang sudah terkenal baik itu dari luar negeri maupun Indonesia yaitu Yukitora Keiji, Frea Mai, Richfield Edbert, Lola Zieta, Clarissa Punipun, dan Matcha Mei.

 

Costume Designer / Maker

Pihak ini merupakan sosok di belakang layar yang sangat berperan penting dalam mencukupi kebutuhan utama cosplay. Dapat memiliki satu keahlian utama yaitu hanya menangani kostum berbahan tekstil saja, atau bisa juga hingga ke bagian armor yang lebih keras. Seorang costume maker yang berpengalaman akan banyak mengenai berbagai macam karakter anime maupun dari game. Sehingga memiliki keterampilan yang lebih besar dalam menciptakan aneka macam kostum dengan berbagai detail dan kerumitan. Contoh aksesoris ringan seperti hiasan kepala, tangan, ban pinggang pun sering dikerjakan. Hanya tidak semua costume maker pakaian juga selalu menerima pembuatan sepatu. Umumnya profesi ini akan menerima bayaran dalam membuat costume pesanan yang diminta atau sudah dibuat berdasarkan faktor permintaan yang tinggi.

Koleksi Angel Rose Design

Beberapa contoh perancang busana yang sudah cukup terkenal dalam bidang cosplay ini seperti perancang perorangan Angel Rose Design yang dikerjakan oleh Maria Angelica Sheryne, Rian Heyley William, kelompok perancang busana Bedaclo Custom, maupun toko distributor seperti Gonzo, MyHobbyTown, dan sebagainya. 

 

Armor & Property Maker

Mirip dengan costume designer / maker, profesi ini juga berperan sebagai pihak penyedia kebutuhan dasar dalam bercosplay. Namun mereka mengerjakan bagian yang lebih spesifik berjenis pakaian keras / armor dan sering juga menerima pembuatan properti seperti pedang, perisai, topeng / helm, serta sepatu. Berbagai bahan yang umumnya sering digunakan seperti busa ati, kayu, resin, latex, hingga kulit. Banyak dari profesi ini yang memiliki ruang kerjanya sendiri untuk membuat aneka perlengkapan bercosplay. Sama seperti costume maker, mereka akan menerima bayaran dalam proses pembuatan armor dan properti, yang nominalnya beragam tergantung dari tingkat kerumitan.

Richfield Edbert

Beberapa perancang armor atau baju keras seperti karakter robot ini sekaligus membuat properti dan perlengkapan dalam cosplay. Beberapa contohnya yang terkenal di Indonesia seperti Cyd Cosplay (Rian Cahyadi), Echow Eko serta Richfield Edbert.

 

Kameko / Cosplay Photographer

Sosok ini juga merupakan pihak di belakang layar yang berfokus ke bagian liputan dan dokumentasi. Beberapa diantara mereka bekerja sendiri, dan sebagian lainnya bekerja dalam sebuah kelompok. Umumnya pihak ini akan selalu siap sedia membawa kameranya saat datang ke event budaya Jepang. Untuk keperluan dokumentasi outdoor atau di studio, seorang kameko juga mengurus segala keperluan yang dibutuhkan untuk foto atau merekam, seperti teknik dan alat bantu pencahayaan, kamera serta lensa yang dipakai, hingga membantu mencari studio maupun alternatif lokasinya. Untuk kasus kameko yang telah terkenal dapat mematok bayaran dalam mengambil foto. Dalam kasus tertentu proses pembayaran bisa dalam bentuk yang bermacam-macam. Jenis photographer ini namanya akan melambung sesuai banyaknya proyek foto dan riwayat cosplayer terkenal yang telah difoto.

 

Cosplay Make-up Artist & Hair Styling

Untuk jenis ini banyak dari cosplayer yang menggunakan make-up sendiri saat tampil. Sebagian besar cosplayer akan berusaha mempelajari lebih lanjut mengenai teknik merias wajah dalam bercosplay. Namun beberapa diantaranya yang kurang menguasai atau tertarik akan make-up sering meminta bantuan rekannya dalam merias tampilan wajah karakter. Tidak banyak sosok yang terkenal karena hanya berfokus menangani styling gaya rambut atau wig yang dikenakan. Banyak karakter juga tidak terlalu menggunakan bentuk khusus pada model rambutnya, melainkan hanya menggunakan wig standar. Banyak pihak ini yang menerima bayaran atas jasa make up yang dikerjakan atau wujud terima kasih dalam bentuk lainnya seperti di bayarin makan hingga ditanggung ongkosnya jika meminta bantuan teman dalam hal ini.

 

Cosplay Judges

Pihak ini merupakan sosok senior yang telah lama bercosplay sehingga menguasai banyak hal, atau bisa juga dipilih dari profesional tertentu seperti dosen, divisi perlengkapan kru televisi, hingga aktor film dan beberapa profesi terkait lainnya.

Beberapa contohnya pihak yang pernah menjadi juri untuk menilai perlombaan cosplay seperti Richfield Edbert, Lola Zieta, Mia Hyoosuke dan beberapa orang lainnya. Banyak dari antara juri cosplay yang juga merupakan idola karena sudah lama terjun bercosplay. Di masa kini sudah banyak cosplayer yang sempat menjadi juri dalam menilai pertunjukkan cosplay baik itu yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri. Umumnya mereka akan menerima bayaran saat diundang sebagai juri dalam suatu perlombaan.

Kaname dan Reika

Cosplay Idol

Mirip seperti juri dalam cosplay, sosok ini umumnya sudah lama bercosplay hingga terkenal. Faktor penting yang membuat sosok-sosok ini berhasil menjadi idola seperti memilikil penampilan yang menarik atau dapat menampilkan pertunjukkan cosplay yang begitu baik hingga menjuarai aneka perlombaan.

Beberapa contohnya dari Indonesia seperti Clarissa Punipun, Matcha Mei, Yukitora Keiji, dan Frea Mai. Juga terdapat pasangan Orochi X dan Pinky Lu Xun yang merupakan orang Indonesia yang kini telah menetap dan berpindah kewarganegaraan menjadi penduduk Australia. Maupun beberapa idola cosplay terkenal yang berasal dari luar negeri seperti Ying Tze, Kaname, Reika, Hana dan Baozi, Aza Miyuko, serta Alodia Gosiengfiao. Para idola dari luar negeri ini sering beberapa kali diundang sebagai juri atau bintang tamu dari acara pertunjukkan cosplay di Indonesia. Sama seperti juri cosplay, pihak-pihak ini juga akan menerima bayaran saat diundang untuk datang ke suatu acara lomba cosplay sebagai bintang tamu. Apakah salah satu dari profesi ini ada yang menarik minatmu?